Perlihatkan aku sebuah kesungguhan Taukah kau... Ku labuhkan asaku padamu Meski hanya itu yang aku punya Walau dunia hanyalah kefanaan Dirimu terlihat nyata Oase kesempurnaan Di tengah kerusakan dunia Alihkan semua hal yang busuk Dirimu laksana kusuma teranggun Harummu buatku terbang Meski tak dapat kembali Kaulah yang terkasih Kaulah yang terindah Hanya itu yang mampu terucap Karena kata-kata tak mampu mengungkapkan Terimalah sauh hati ini Tambatkan di hatimu Kunanti kau sang kusuma Sampai kapalku menuju tujannya
Bahagia aku dengan kefanaan ini Menikmati indahmu Seiring dengan perputaran poros bumi Menikmati indahmu Selaju dengan aliran udara di langit Aku tak membutuhkanmu... Aku hanya ingin bersamamu Bersamamu saja Berharap cerita kita dikisahkan begitu indahnya Kekal kelak Tak seperti salju yang mencair sekejap dalam genggaman Namun seperti air yang tisada habisnya Aku ingin menemanimu Takkan kuizinkan air matamu mrngalir begitu saja Kugenggam tanganmu Kita seiring... Menikmati cahaya terang bersama Jiwa kita tersiram hangat olehnya
Liarnya kehidupan ini Tergambar di dalam kedalaman bola matamu Kalian yang ternistakan oleh dunia Dipaksa mengalami hal yang tak seharusnya Langit tak sebiru dulu Terkikis oleh keserakahan putra-putranya Yang telah melupakan saudaranya Dan menyakiti Ibunya Mungkin diperlukan sebuah bencana Untuk membangun sebuah era baru Untuk menghapus luka yang ada Untuk membersihkan kotoran dunia
Comments
Post a Comment